Seperti
biasa, aku dan kembaran lelaki ku selalu berangkat kuliah dengan motor
kesayangannya. Padahal aku dan kembaranku tidak boleh membawa motor, tapi
karena aku memohon dengan berjanji untuk mendapatkan nilai yang bagus akhirnya
aku diizinkan membawa motor. Kami adalah mahasiswa semester akhir. Orang tua ku
selalu sibuk di perusahaannya, selalu pergi ke luar kota, keluar negri bahkan
hingga berminggu minggu. Tetapi hubungan keluarga kami sangat erat, tiada hari
tanpa video call. Aku memiliki kembaran laki laki dan kakak laki laki, aku
hanya perempuan sendiri. Senang memiliki mereka yang selalu ada untuk ku.
Setiap hari aku dan Farros (kembaranku) tidak terpisahkan, kemana mana selalu
berdua. Dimana ada Farros disitu ada Ferra. Dimana ada Ferra disitu ada Farros.
“Ferraaaaa...ayo berangkat, jangan telfonan
terus sama Dyo.”
Yaa.. aku
memiliki seorang pacar, kami sedang menjalani hubungan jarak jauh, dan pacarku
sekarang berada di Seoul, Korea Selatan. Dyo adalah seorang mahasiswa yang
berasal dari keluarga terpandang. Aku mengenalnya karena ayahku dan ayahnya
adalah teman kerjasama di perusahaannya.
“Sudah dulu ya, Farros sudah
memanggilku..Love you” aku mematikan telfon ku dengan Dyo karena Farros sudah
memanggilku. Akupun berpamitan dengan Kak Evan yang sedang menghabiskan
sarapannya, Ia adalah aktor ternama di Indonesia, bahkan sekarang Kak Evan
sedang melakukan shooting untuk film yang akan dirilis tahun depan.
“Kak, aku berangkat duluan ya.. kakak
hati-hati di jalan, jangan lupa makan, jangan jajan sembarangan, jangan lupa
sholat, dan yang paling penting jangan lupa telfon kalo lagi break. Okee??” aku
sangat protective sama Kak Evan, walaupun jarak usia kami terpaut 4 tahun.
“Hmm adikku yang satu ini sangat perhatian rupanya..
Kak Evan kira kau hanya perhatian dengan Dyo
hahaha yaudah kamu hati-hati juga, bilang sama Farros jangan
ngebut-ngebut” kata Kak Evan sembari mencium keningku.
“Hahaha okeeyy... bye Kak Evan” aku pun
berlari ke luar menyusul Farros. Ya dia paling tidak suka menunggu, tapi dia
selalu menunggu wanita yang disukainya yang sekarang sedang menempuh pendidikan
di London. Apalagi Farros itu tidak suka jika diacuhkan, seperti saat aku
sedang menelfon Dyo, Ia langsung mengambil handphone ku dan mematikan
sambungannya.
Perjalanan
dari rumah ke kampus hanya setengah jam dan sekarang kami adalah orang pertama
yang datang. Kami pun berjalan menyusuri lorong yang sepi hingga sampai ke
kelas. Aku kira kami adalah orang yang pertama datang, ternyata sudah ada 4 sahabat
kami yang sudah datang lebih dulu. Kami memiliki 4 sahabat yang saling kenal
saat kami SD dan terus bersama hingga kuliah ini.
“Heiii udah dateng ternyata, cepet
jugaa..katanya tadi pada masih di rumah?” sapa Farros kepada Ryan, Doni,
Sandra, dan Riri. Sebenarnya aku curiga kepada 2 sahabat wanita ku ini, aku
rasa Sandra memiliki perasaan kepada Ryan, dan Riri memiliki perasaan kepada
Doni. Mereka selalu curi pandang, apalagi saat Ryan dan Doni sedang bermain
basket, mereka akan buru buru memberikan minum dan handuk untuknya. Katanya itu
wajar sebagai sahabat yang perhatian, tapi menurutku dari tatapan mata dan
ekspresi wajahnya mengatakan hal yang sebaliknya.
“Gue sama Doni kan joki bisa nyelap nyelip
sana sini haha” seperti biasa kita akan mengobrol sampai jadwal kuliah dimulai,
selalu ada saja pembicaraan tanpa kehabisan topik. Sampai dosen masuk memulai
pembelajaran.
Hari ini
adalah hari terakhir kami masuk kuliah, selanjutnya kami libur 1 bulan karena
sudah selesai UAS. Akhirnya waktu liburpun tiba, aku sudah memiliki rencana
untuk berlibur bersama Dyo di Paris sudah lama aku menunggu waktu ini. Tapi aku
harus menunggu 1 minggu lagi, karena Dyo baru libur minggu depan saat aku mulai
libur. Minggu depan tepat tanggal 29 Juli adalah hari ulang tahunku dan Farros,
aku bertemu dengannya sekaligus ingin merayakan ulang tahunku bersama teman dan
keluargaku juga.
Haripun
sudah semakin malam, aku dan farros bergegas untuk pulang ke rumah dan makan
malam bersama Kak Evan. Sesampainya di rumah, tumben sekali Kak Evan sudah
sampai duluan, katanya sih pengambilan takenya hanya sedikit dan bisa langsung
pulang. Saat di meja makan kita pun memulai perbincangan.
“Gimana nih liburan nanti kalian mau kemana?”
tanya Kak Evan kepadaku dan Farros.
“Kalo kita sih paling liburan bareng Ryan,
Doni, Sandra sama Riri, kalo kakak ada libur shootingnya ngga? Aku kan juga mau
liburan bareng Kak Evan” jawabku
“Pasti ada kok liburnya, tapi paling lama
cuma 3 hari..oh iya kalian jadi merayakan ulang tahun di Paris? Dyo sama Angel
bisa ikut juga?”
Tiba – tiba Farros pergi ke kamarnya..
Angel adaalah . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar