Senin, 16 Mei 2016

LDR



Seperti biasa, aku dan kembaran lelaki ku selalu berangkat kuliah dengan motor kesayangannya. Padahal aku dan kembaranku tidak boleh membawa motor, tapi karena aku memohon dengan berjanji untuk mendapatkan nilai yang bagus akhirnya aku diizinkan membawa motor. Kami adalah mahasiswa semester akhir. Orang tua ku selalu sibuk di perusahaannya, selalu pergi ke luar kota, keluar negri bahkan hingga berminggu minggu. Tetapi hubungan keluarga kami sangat erat, tiada hari tanpa video call. Aku memiliki kembaran laki laki dan kakak laki laki, aku hanya perempuan sendiri. Senang memiliki mereka yang selalu ada untuk ku. Setiap hari aku dan Farros (kembaranku) tidak terpisahkan, kemana mana selalu berdua. Dimana ada Farros disitu ada Ferra. Dimana ada Ferra disitu ada Farros.
“Ferraaaaa...ayo berangkat, jangan telfonan terus sama Dyo.” 

Yaa.. aku memiliki seorang pacar, kami sedang menjalani hubungan jarak jauh, dan pacarku sekarang berada di Seoul, Korea Selatan. Dyo adalah seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga terpandang. Aku mengenalnya karena ayahku dan ayahnya adalah teman kerjasama di perusahaannya.

“Sudah dulu ya, Farros sudah memanggilku..Love you” aku mematikan telfon ku dengan Dyo karena Farros sudah memanggilku. Akupun berpamitan dengan Kak Evan yang sedang menghabiskan sarapannya, Ia adalah aktor ternama di Indonesia, bahkan sekarang Kak Evan sedang melakukan shooting untuk film yang akan dirilis tahun depan.

“Kak, aku berangkat duluan ya.. kakak hati-hati di jalan, jangan lupa makan, jangan jajan sembarangan, jangan lupa sholat, dan yang paling penting jangan lupa telfon kalo lagi break. Okee??” aku sangat protective sama Kak Evan, walaupun jarak usia kami terpaut 4 tahun.

“Hmm adikku yang satu ini sangat perhatian rupanya.. Kak Evan kira kau hanya perhatian dengan Dyo  hahaha yaudah kamu hati-hati juga, bilang sama Farros jangan ngebut-ngebut” kata Kak Evan sembari mencium keningku.

“Hahaha okeeyy... bye Kak Evan” aku pun berlari ke luar menyusul Farros. Ya dia paling tidak suka menunggu, tapi dia selalu menunggu wanita yang disukainya yang sekarang sedang menempuh pendidikan di London. Apalagi Farros itu tidak suka jika diacuhkan, seperti saat aku sedang menelfon Dyo, Ia langsung mengambil handphone ku dan mematikan sambungannya.

Perjalanan dari rumah ke kampus hanya setengah jam dan sekarang kami adalah orang pertama yang datang. Kami pun berjalan menyusuri lorong yang sepi hingga sampai ke kelas. Aku kira kami adalah orang yang pertama datang, ternyata sudah ada 4 sahabat kami yang sudah datang lebih dulu. Kami memiliki 4 sahabat yang saling kenal saat kami SD dan terus bersama hingga kuliah ini.

“Heiii udah dateng ternyata, cepet jugaa..katanya tadi pada masih di rumah?” sapa Farros kepada Ryan, Doni, Sandra, dan Riri. Sebenarnya aku curiga kepada 2 sahabat wanita ku ini, aku rasa Sandra memiliki perasaan kepada Ryan, dan Riri memiliki perasaan kepada Doni. Mereka selalu curi pandang, apalagi saat Ryan dan Doni sedang bermain basket, mereka akan buru buru memberikan minum dan handuk untuknya. Katanya itu wajar sebagai sahabat yang perhatian, tapi menurutku dari tatapan mata dan ekspresi wajahnya mengatakan hal yang sebaliknya.

“Gue sama Doni kan joki bisa nyelap nyelip sana sini haha” seperti biasa kita akan mengobrol sampai jadwal kuliah dimulai, selalu ada saja pembicaraan tanpa kehabisan topik. Sampai dosen masuk memulai pembelajaran.

Hari ini adalah hari terakhir kami masuk kuliah, selanjutnya kami libur 1 bulan karena sudah selesai UAS. Akhirnya waktu liburpun tiba, aku sudah memiliki rencana untuk berlibur bersama Dyo di Paris sudah lama aku menunggu waktu ini. Tapi aku harus menunggu 1 minggu lagi, karena Dyo baru libur minggu depan saat aku mulai libur. Minggu depan tepat tanggal 29 Juli adalah hari ulang tahunku dan Farros, aku bertemu dengannya sekaligus ingin merayakan ulang tahunku bersama teman dan keluargaku juga.

Haripun sudah semakin malam, aku dan farros bergegas untuk pulang ke rumah dan makan malam bersama Kak Evan. Sesampainya di rumah, tumben sekali Kak Evan sudah sampai duluan, katanya sih pengambilan takenya hanya sedikit dan bisa langsung pulang. Saat di meja makan kita pun memulai perbincangan.

“Gimana nih liburan nanti kalian mau kemana?” tanya Kak Evan kepadaku dan Farros.

“Kalo kita sih paling liburan bareng Ryan, Doni, Sandra sama Riri, kalo kakak ada libur shootingnya ngga? Aku kan juga mau liburan bareng Kak Evan” jawabku

“Pasti ada kok liburnya, tapi paling lama cuma 3 hari..oh iya kalian jadi merayakan ulang tahun di Paris? Dyo sama Angel bisa ikut juga?”

Tiba – tiba Farros pergi ke kamarnya..

Angel adaalah . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar